Kun Anta | Pedagang Buku
Butuh Bantuan? Customer Service Toko Buku Islam siap melayani dan membantu Anda dengan sepenuh hati.
Beranda » Motivasi » Kun Anta

Kun Anta

  • Ditambahkan pada: 29 Agustus 2016
  • Rp 50.000 Rp 55.000
  • Stock: Tersedia
  • SKU: BQK128
  • Dilihat: 755 kali
  • Kategori:
  • « Arahkan kursor pada gambar untuk Zoom
  • « Klik gambar untuk Full Size
Produk Terkait Kun Anta
Rahasia pintu pintu keberkahan
  • Stock: Tersedia
  • SKU: RPK006
  • Rp 55.000 Rp 59.000
  • Amalan ringan yang paling menakjubkan
  • Stock: Tersedia
  • SKU: AMR99
  • Rp 55.000 Rp 59.500
  • Seni Menikmati Ujian
  • Stock: Tersedia
  • SKU: SMU0076
  • Rp 60.000 Rp 70.000
  • Pemesanan via SMS
    Anda dapat melakukan pemesanan melalui SMS dengan format sebagai berikut:
    Nama | Alamat Lengkap | Produk Yang Dipesan | Jumlah Pesan kirim ke 085771894497 / 085819784074 *Silahkan di buka linknya kak* https://api.whatsapp.com/send?phone=6285819784074&text=*Nama*%20%3A%0AAlamat%20%3A%0AOrder%20%3A%0AJudul%20Buku%20%3A
    Cash On Delivery (COD) / Bayar di Tempat
    Anda juga dapat langsung mengunjungi Outlet/Toko kami yang beralamat di:
    Jl. Kembang Beji RT. 04/03 No. 31, Beji, Depok, Jawa Barat.

    Deskripsi Produk Kun Anta

    Kun Anta : Cantik dari Hati Cantik jadi Diri Sendiri – Wahyu Qolbu

    Judul : Kun Anta : Cantik dari Hati Cantik jadi Diri Sendiri – Wahyu Media
    Penulis : @negeriakhirat
    Penerbit : Wahyu Qolbu
    Isi : 226 Halaman
    ISBN : 978-602-73315-9-4
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Harga: Rp. 55.000,-

    Sinopsis Buku :

    Cantik itu relatif. Bagi orang yang menyukaimu, mereka akan bilang kamu cantik, dan orang yang tidak menyukaimu adalah sebaliknya. Tapi, kamu tidak rugi, juga tidak beruntung bila mereka memuji atau membencimu. Kamu sangat beruntung jika jika Allah menyukaimu dan sangat rugi jika Allah membencimu. Naudzubillah. Kamu tidak perlu berlagak cantik di hadapan para makhluk. Cukuplah buat Allah sangat mencintaimu dan kamu mencintai-Nya, maka itu berarti kamu menjadi cantik ~ h.119

    Secara naluriah, manusia memiliki keinginan untuk diperhatikan dan mendapatkan pujian, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu jalan yang dipilih untuk mendapatkan dua hal tersebut adalah melalui penampilan. Sedihnya, yang seringkali terjerumus arus penampilan yang berlebih adalah perempuan. Kondisi perempuan yang lebih didominasi oleh perasaan/emosi dibandingkan akal, membuatnya cukup mudah untuk dipengaruhi.

    Saat ini, media cetak dan televisi sering dijadikan dasar pembentukan opini dan cara pandang masyarakat, begitupun dengan makna kata cantik. Tinggi, langsing, berambut panjang, dan tak lupa kulit putih, selalu dijadikan patokan kecantikan. Setiap kali melihat baliho di jalanan, mata akan dicekoki postur “sempurna” dari para bintang iklan. Akibatnya, para perempuan pun berbondong-bondong menjiplak mereka.

    Tidak perlu minder, iri, bahkan terobsesi nyaris menyerupai mereka. Dalam kesempurnaan yang terlihat oleh mata, mereka pun memiliki noda. Cukup syukuri titipan Allah dengan menjaga dan merawatnya secukupnya ~ h. 25

    Tak perlu harus menjadi boneka yang terus menerus diatur oleh fashion/mode. Pencapaian kesempurnaan yang semu dan hanya berdasarkan mata fisik, akan terasa melelahkan. Saat yang dicari hanyalah kepuasan duniawi, bisa dipastikan, titik akhir tidak akan pernah ditemukan. Kun Anta. Jadilah Diri Sendiri.

    Kecantikan dalam islam identik dengan kebaikan yang mereka timbulkan dan berikan sebagai wujud ketaatannya kepada Sang Khalik. ~ h.7

    Kun Anta, buku yang menjelaskan dan menjabarkan pandangan tentang makna cantik bagi seorang muslimah. Dari sudut islam, makna cantik lebih bersifat ruhiah karena raga hanyalah pinjaman-Nya yang sewaktu-waktu dapat diambil. Pembahasan tentang memelihara ibadah wajib-sunnah, menjaga wudhu, serta memelihara kehormatan dan lisan disampaikan dengan tuntas dan menguatkan.

    Kisah nyata tentang hijrah para muslimah dengan masa lalu yang beragam memberikan pelajaran yang berharga. Renungan dari ‘Kisah-Kisah Memaknai Cantik’ dari berbagai latar belakang pencerita ini membuat buku menjadi tidak sekadar berteori.

    Beruntunglah jika Allah masih membisikkan kebaikan dalam hatimu. Khawatirlah jika Allah tak peduli lagi padamu. ~ h.123

    Belum ada Komentar untuk Kun Anta

    Silahkan tulis komentar Anda

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *